Field trip || Al-Wildan Tangerang

Field trip


Kegiatan belajar mengajar tidak semestinya selalu dilakukan di dalam kelas, karena hal itu akan membuat peserta didik merasa jenuh dan bosan apalagi setelah melaksanakan ujian, di al-wildan international islamic school tangerang, field trip dilakukan 2 ( dua ) kali dalam setahun yaitu dilaksanakan setelah ujian tengah semester ganjil dan ujian tengah semester genap. siswa laki-laki ( Ikhwan ) dan siswa perempuan ( Akhwat ) terpisah dan dilaksanakn dalam waktu yang berbeda sehingga anak-anak leluasa pergerakannya dan tidak bercampur baur antara laki-laki dan perempuan. dengan dipisahnya laki-laki dan perempuan kita memberikan pelajaran kepada siswa sejak dini tentang menjaga pergaulan, pandangan terhadap lawan jenis.

Tujuan diadakan field trip yaitu :
1. Siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya
2. Siswa dapat turut menghayati tugas pekejaan
3. Mereka dapat bertanya jawab, sehingga mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran ataupun pengetahuan umum
4. Mereka bisa melihat, mendengar, meneliti, dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.

Namun Field trip dalam arti pembelajaran mempunyai arti sendiri yang berbeda dengan karyawisata dalam arti umum. Karyawisata di sini berarti kunjungan di luar kelas dalam rangka belajar. Misalnya dengan mengajak peserta didik mengamati hal-hal yang ada di sekeliling sekolah, kemudian membuat karya yang pada akhirnya ada sangkut pautnya dengan materi yang dipelajari selama waktu yang telah ditentukan oleh guru. Jadi karyawisata ini tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memelukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour, dengan melakukan karyawisata banyak hal yang akan diperoleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, diantaranya adalah:

1. Peserta didik dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai materi yang dipelajari dengan tanpa berlama-lama tinggal di ruang kelas sehingga mereka tidak merasa bosan untuk belajar
2. Peserta didik mampu menganalisis penerapan materi dalam kehidupan di sekitar mereka
3. Peserta didik mampu mengembangkan suatu teori dengan melihat kenyataan yang ada
4. Tanpa adanya paksaan mereka termotivasi untuk terus belajar, karena dengan begitu mereka merasa terbebaskan untuk berkreasi. dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek.

Sumber : ust. bung tomo - al-wildan




Search
CURRICULUM
Direktur Al-wildan
ARTIKEL
COUNTER
al-wildan islamic school, boarding school dan full day bsd gading serpong tangerang banten